Senin, 24 Januari 2011

Kisi-kisi soal UN T.A 2010/2011

Standart kompetensi kelulusan
1. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan secara langsung dan tidak langsung secara cermat, teliti dan obyektif.
Indikator :
1. Membaca pengukuran salah satu besaran dengan menggunakan alat ukur tertentu.
2. Menentukan besaran skalar dan besaran vektor serta menjumlahkan/mengurangkan

besaran-besaran vektor dengan berbagai cara.
2. Memahami gejala alam dan keberaturannya dalam cakupan mekanika benda titik, benda tegar, kekekalan energi, elastisitas, impuls dan momentum.
Indikator :
1. Menentukan berbagai besaran-besaran fisis gerak lurus, gerak melingkar berarturan atau gerak parabola.
2. Menentuakan berbagai besaran dalam hukum Newton dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menenentukan hubungan besaran-besaran fisis yang terkait dengan gaya Gravitasi.
4. Menentukan letak titik berat dari berbagai benda homogen.
5. Menganalisis hubungan besaran-besaran yang terkait dengan gerak rotasi.
6. Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan usaha dan perubahan energi.
7. Menjelaskan sifat elastisitas benda atau penerapan konsep elastisitas dalam kehidupan sehari-hari.
8. Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan hukum kekekalan energi mekanik.
9. Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan impuls, momentum atau hukum kekekalan momentum.

3. Memahami prinsip dan konsep konservasi kalor sifat gas ideal, fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum Thermidinamika serta penerapannya dalam mesin kalor.
1. Menjelaskan proses perpindahan kalor atau penerapan azaz Black dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mendeskripsikan azaz Bernoulli dalam fluida dan penerapannya.
3. Menentukan variabel-variabel pada persamaan umum gas ideal.
4. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi enenrgi kinetik gas.
5. Menentukan berbagai besaran fisis dalam proses termodinamika pada mesin kalor.

4. Menerapkan konsep dan prinsip optik gelombang alam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi.
1. Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan pengamatan menggunakan mikroskop atau teropong.
2. Menjelaskan berbagai jenis gelombang elektromagnetik serta manfaatnya atau bahayanya dalam kehidupan sehjarihari.
3. Menentukan besaran-besaran tertentu dari gelombang berjalan.
4. Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan peristiwa interferensi atatu difraksi cahaya.
5. Membandingkan intensitas atau taraf bunyi beberapa sumber bunyi yang identik.
6. Menentukan besaran-besaran tertentu yang menimbulkan efek Dopler atau mennetukan perubahan akibat efek Dopler tersebut.

5. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah dan produk teknologi.
Indikator :
1. Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan hukum Coulomb atau medan listrik.
2. Menentukan hasil pengukuran kuat arus dan tegangan listrik.
3. Menggunakan hukum Ohm dan Kirchoff untuk menentukan berbagai besaran listrik dalam rangkaian tertutup.
4. Mennetuykan besaran-besaran yang terkait dengan medan magnet induksi disekitar kawat berarus.
5. Menjelaskan timbulnya gaya magnet (gaya Lorentz) atau menentukan besaran-besaran yang mempengaruhinya.
6. Menjelaskan kaitan besaran-besaranfisis pada peristiwa induksi.
7. Menentukan besaran-besaran fisis pada rangkaian arus listrik bolak balik yang megandung resistor, induktor dan kapasitor.

6. Memahami konsep dan prinsip relativitas, teori atom dan radioaktivitas serta penerapannya
Indikator :
1. Membedakan teori-teori atom
2. Menganalisis teori relativitas dan besaran-besaran yang terkait
3. Menjelaskan teori kuantum Planck dan kaitannya dengan radiasi benda hitam.
4. Mennetukan besaran-besaran fisis pada reaksi atom.
5. Menentukan jenis-jenis zat radioaktif atau mengidentifikasi manfaat radioisotp dalam kehidupan.




Minggu, 23 Januari 2011

Kumpulan Soal Statistik

Bismillah..Assalaamu'alaykum....postingan ini teruntuk mahasiswaku di Fakultas Pertanian Agro A dan B pagi Universitas Samudera Langsa serta mahasisa Pend Matematik STAIN Zawiyah Cot Kala... Untuk bahan latihan di rumah silahkan mengulang kembali soal- soal di bawah ini...selamat mencoba...

1.Sebutkan pengertian dari modus, median,kuartil, persentil, standart deviasi, simpangan baku dan angka baku.
2. Sebutkan karakteristik median dan modus.

3. Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa jika diketahui datanya sebagai berikut (gunakan anova).
B1 B2
16 14
16 20
15 17
18 19
15 16
18 19
15 16
20 17
14 20
18 17
------------
12 9
16 13
13 11
15 14
15 12
17 10
14 12
19 13

4.Diketahui data 71, 75, 57, 88, 64, 80, 75, 75, 80, 82, 90, 68, 90, 88, 71, 75, 71, 81,48, 82, 72, 62, 68, 74, 79, 79, 84, 75, 57, 75, 75, 68, 65, 68. Buatlah tabel distribusi frekuensinya.

5.Tentukan modus, median, rata-rata, simpangan baku dan rata-rata harmonik dari data di bawah ini.
Nilai data f1
3-5 2
6-8 2
9-11 3
12-14 3
Jumlah 10

6.Gunakan uji t (independent sample) pada tabel di bawah ini jika nilai X1= pre test matematika dan X2 = nilai post test matematika.
Subjek X1 X2 D d d2
1 30 30
2 30 35
3 30 40
4 40 60
5 30 70


7.Apakah terdapat korelasi pada tabel di bawah ini dan berapa uji keberartiannya?
Subjek X1 X2
1 70 70
2 60 80
3 50 70
4 60 70
5 70 60


8.Apakah tabel di bawah ini berdistribusi normal?
No Skor Fabs Fkum Z(i) F(zi) S(zi) F(zi)-S9Zi)
1 20 2
2 30 2
3 40 2
4 50 3
5 20 5


9. Apakah tabel di bawah ini berdistribusi homogen
Model pembelajaran A Model pembelajarn B
KDT KDR KDT KDR
70 50 50 40
80 70 50 30
60 40 60 30
50 50 40 20

10. Mengapa kita memerlukan ukuran pusat dan letak pada distribusi frekuensi

Minggu, 16 Januari 2011

SMAN 1 LANGSA RSBI loh....

Tau gak...Wajah SMA N 1 langsa pada tahun 2011 ...emm..gak tau kaaan...makanya..baca deh ampe abis...Gini lho...
Dalam menghadapi era global, SMA Negeri 1 Langsa yang dipimpin oleh bapak Drs H.A. Samad Hasan, M.BA, membuat suatu gebrakan baru...tau gak ap itu...yupz...(yang katanya anak SMANSA pazti udah pada tau banget)...yupz...RSBI....Rintisan Sekolah Berbasis Internasional....geto loh...

Yah, itulah di
a gebarakan baru di kota Langsa,..ehm..yang namanya gebrakan..tentu ini bukan kerja yang mudah, Alhamdulillah...bapak Drs H.A. Samad, Hasan, M.BA dengan semangat yang sangat tinggi dan bersungguh-sungguh terus bekerja keras menaikkan mutu pendidikan SMAN 1 Langsa. Ini terbukti dengan usahanya mengupayakan bagaimana caranya SMAN 1 Langsa menjadi sekolah yang "UNGGUL DALAM PRESTASI DAN KELEMBAGAAN DILANDASI IMAN DAN TAQWA".
Visi ini merujuk pada dasar manajemen mutu ISO yaitu 1) pusat perhatian pada pelanggan, 2)kepemimpinan, 3) pelibatan orang, 4) pendekatan p
roses, 5)pendekatan sistem pada manajemen, 6) perbaikan berlanjut, dan 7) pendekatan dalam pengambilan kebijakan

Target dari program ini adalah
1) pencapaian kepuasan pelanggan : 90%
2) tanggapan keluha
n pelanggan : 10 jam
3) lulusan diterima di Universitas Favorit Dalam Negeri 50 % dan Luar Negeri 10 %
4) Penggunaan anggaran : 100 %
5) Kualifiaksi Pendi
dikan dan tenaga kependidikan : 100 %
6) Jumlah kerja s
ama dan kemitraan : 10 lembaga
7) Perolehan sertifikasi ISO : 4 September 2012

8) Wisuda lulusan : 100 %
9) Penilaian dan penghargaan bagi pendidik : 1 kali per tahun
10) Mampu membaca Al Quran : 95 %

Tahap penerapan sistem ISO ada 4 yaitu :
tahap 1 : Persiapan

tahap 2 : penyusunan dan pengesahan dokumentasi
tahap 3 : implementasi
tahap 4 : registrasi


Wahhh....apa siiih bedanya dengan status sekolah SMAN 1 yang tempo doelo...
Nah...karena udah
RSBI...maka wajib 5 mata pelajaran (Fisika, Matematika, Kimia, Biologi dan B. Inggris) untuk menggunakan bahasa pengantar B. Inggris.... trus..ngajarnya..gak lagi pake spidol lho..tapi diseluruh kelas udah disediakan fasilitas LCD dan laptop...dan hot spot internet....wahhhh..seru kaaan (Masya Allah).

Dalam program ini, motto kita adalah " PERBEDAAN ITU BELUM TENTU TERBAIK, TETAPI YANG TERBAIK PASTI BERBEDA".

Udah akh segitu aja dulu infonya..ntar kalo udah launching..k
ita buka2 an deh...abis2an...
Oya, mo tau nih..sapa tim pengembang RSBI di SMA 1 Langsa...???
Mereka ada 13 orang yaitu : 1) Zulfikar, S.Pd, 2) Dra Cut Yusmanidar, 3) Drs Sukirman, 4) Drs M.Husen Ali, 5)
Khairani, S.T, 6) Supriadi, S.Pd, 7) Ade Wili, S.Pd, 8) Dra Epi Padrita, 9)Ruslaidi, S.Pd, 10) Ridwan, S.Si, 11) Debby, S.Pd dan 12) Sufrizaliansyah, S.T, 13) Yenice Rahmah, M.Pd
udah akh..segitu aja..infonya...
Yuuuuk, kita intip yuk..saat mereka
sedang bekerja

Sabtu, 25 Desember 2010

Baralek


Alhamdulillah…akhirnya…selesai juga akyu mengoreksi 8 lokal jawaban Fisika SMA Negeri 1 Langsa…owwwhhhhhh..tapi akyu beteee….bete’ banget…au’ akh..gelap..napa..mungkin karena akyu melihat setumpuk raport kelas 2 IPA5 yang udah menanti sentuhankyu lagi…belon lagi 2 tumpuk…jawaban midtem tes IAD mahasiswa Ekonomi Unsam dan 3 tumpuk jawaban midtem test statistik dasar mahasiswa STAIN Zawiyah Cotkala

dan 2 tumpuk jawaban Statistik Dasar mahasiswa Pertanian Unsam Langsa…oghhhh… gerrrrrrr…..semuanya butuh sentuhan tangan kyu dalam rentang waktu yang sangat berdekatan…owhhhh...…Tidaaaaak !!!
Akyu tidak boleh bete’… semua tugas itu harus selesai hari ini juga.. tapi gimana caranya..kalo akyu lagi bete’ gini….ohh….akyu butuh refreshing.. refreshiiiiiing…..tapi gimana caranya…geto loh…
owhhhh…..tiba-tiba….ahah!!!
matakyu tertuju ama laptop kecilkyu…yupz…bener banget..gak ada jalan laen..yang bisa menghiburkyu…kecuali berselancar didunia maya bersama laptop kecilkyu..mulailah akyu…. tak tik tuk..menulis disini…paling tidak..bisa merileksasikan syarafku..yahhh,..mendingan akyu buat cerpen aja dehtapi..cerpen tentang sapa yah…malah jadi bingung…akh udah akh..bantaaaai…yang penting..ngetik aja deh…emmm… apa yah judulnya…bener2 makin bingung…ahah!!!! yupz “14 Desember aj deh “…(tulisan ini cerita langsung temankyu kepada dirikyu..akyu penyambung lidahnya aja deh..). Gini loh ceritanya…

14 Desember ha
ri apakah ituuu….? Tanya kenapa..? Hari Selasa tauuu… emmm….Mungkin bagi orang lain itu merupakan hari Selasa yang biasaaaa aj…tapi tidak dengan kyu…(kata temenkyu itu )...Tanya kenapa????Hehehhe….
Yaaahh
hh..gitu deh…karena..pada hari itu jantungkyu berdetak kencang…dag..dig dug…derr…Selasa 14 Desember yang membahagiakan… hari yang bersejaran buat hidupkyu… hari apakah itu….horeee…plak..plak..plak…bener banget..itulah.. hari yang memberikan perubahan luar biasa pada dirikyu……dimana hak atasi diriku dari orang tua telah beralih kepada seorang pemuda yang begitu baik hatinya…Alhamdulillah..syukran ya Rabb..atas nikmatMu ini…kini akyu bisa menjalankan sunnah Rasul Mu..dahulu Ridho Allah terhadapku…tergantung ridhonya orangtua terhadapku…kini…hanya hitungan Ijab kabul beberapa menit…semua telah berubah..Ridho Allah terhadapkyu..tergantung ridho suami terhadapkyu…

Yaaah….jadi teringat sebuah kisah..pazti kamu semua udah pada tau..heheh
….kalo gitu…sekedar siaran ulang deh…gini loh kisahnya…
Ada sebuah kisah,
bahawa pada masa Nabi s.a.w. ada seorang laki-laki yang akan berangkat berperang, yang berpesan kepada isterinya : “Hai isteriku janganlah sekali-kali engkau meninggalkan rumah ini, sampai aku kembali pulang.” Secara kebetulan, ayahnya menderita sakit, maka wanita tadi mengutus seorang laki-laki menemui Rasulullah s.a.w.

Rasullullah s.a.w. bersabda kepada utusan itu : “Agar dia mentaati suaminya”. Demikian pula si wanita, mengutus utusan tidak hanya sekali sehigga akhirnya dia mentaati suaminya dan tidak berani keluar rumah.

Maka ayahnya pun meninggal dunia dan dia tetap tidak melihat mayat ayahnya dan dia tetap sabar. Sehingga suaminya kembali pulang. Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi s.a.w. yang berbunyi, Maksudnya : “Sesungguhnya Allah s.w.t. telah mengampuni wanita tersebut, disebabkan ketaatannya kepada suaminya.”

Lalu apa hubungannya dengan akyu…yahhh…gitulahhh……pertanyaan kecil yang menyelinap hatikyu..mampukah akyu..menjadi istri yang sholehah….
Istri shalihah adalah istri yang selalu mendampingi suaminya-baik suka maupun duka- dan bisa berperan ganda
dalam setiap kondisi ( ibu yang penuh kasih sayang, istri ketika di tempat tidur, dan teman hidup ).
Istri shal
ihah adalah istri yang sangat menyadari tentang keberadaan cinta yang perlu dikembangkan dan kasih sayang yang perlu dilestarikan. Surganya sangat tergantung dengan ridho suami. Dialah istri yang menganggap rumah tangganya sebagai istana;ia berperan sebagai ratu, sedangkan suaminya berperan sebagai raja. Ia mengurus dan merawat suami dengan sebaik-baiknya. Sungguh sangat benar sabda nabi SAW, dunia adalah kesenangan, sedangkan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri shalihah”. ( HR. Muslim ).

Istri shali
hah adalah istri teladan yang menganggap rumahnya sebagai surganya dan bahagia dengan kehidupannya. Dialah ratu yang bijak dalam kerajaan cintanya, istri yang pandai bergaul dengan suaminya sekaligus membahagiakannya, tidak menekan suaminya dengan membebani sesuatu yang susah diwujudkan, serta tidak bersedih atau berkeluh kesah kepada suaminya. Selalu iklas terhadap suaminya, tidak mengeluh tentang nafkah yang diberikan suaminya, dan selalu menghibur suaminya. Istri shalihah sangat menyadari hal ini, sehingga ia tidak menuntut hal yang diluar batas kemampuansuaminya. (mohon doanya yah pembaca)…karena tidak lain efek dari tulisankyu ini..kumohon doanya agar akyu..bisa menjadi istri sholehah...harus bisa..bisa..Insya Allah..karena teringat akyu dengan perkatan DR Van..anda seperti yang anda pikirkan..jika Anda yakin..anda bisa..anda akan bisa...karena semua energi akan terkumpul dan mengarah kesana..tapi walopun begitu..akyu tetap memohon doanya..bagi pembaca yang singgah dibloggkyu...agar pernikahkyu ini penuh berkah….(Aamiiiin yaa Rabb).
Kebah
agiaanku bertambah takkala semua adek2 kyu, kakak kyu dan abang2 kyu..bisa hadir melihat pernikahan kyu ini yang bertempat di mesjid Darul Falah Langsa…Alhamdulillah…syukran ya Rabb..atas nikmat Mu ini…
http://cahaya
islam.com/teladan/isteri-ya…
http://worldinfoplus.blogspot.com/
http://viescolletion.blogspot.com/2010/07/seni-merajut-cinta-by-khalid-as-sayyid.htm
l

Kamis, 23 Desember 2010

Analisis Varians ( 2 x 2)

Bismillah...Postingan ini untuk mahasiswa STAIN Zawiyah Cot Kala, Prodi PMA mata kuliah Statistik Dasar. Dibawah ini saya memberikan lampiran tentang Analisis Varians, sebagai pelengkap bahan ajar saya dikampus..semoga bermanfaat...

Untuk k kelompok data yang memiliki rata-rata x = dan berasal dari populasi berdistribusi normal dan homogen, dengan rata-rata μ dan varians dapat diajukan hipotesis sebagai berikut :

Tabel 51. Rangkuman Hasil Belajar IPA Siswa Dengan Model Pembelajaran Tematik Kemampuan Berpikir Kritis Tinggi, Model Pembelajaran Tematik Kemampuan Berpikir Kritis Rendah, Model Pembelajaran Konvensional Kemampuan Berpikir Kritis Tinggi, dan Model Pembelajaran Konvensional Kemampuan Berpikir Kritis Rendah.

No Model Pembelajaran Tematik Model Pembelajaran Konvensional
Kemampuan Berpikir Kritis Tinggi Kemampuan Berpikir Kritis Rendah Kemampuan Berpikir Kritis Tinggi Kemampuan Berpikir Kritis Rendah
1 34 27 28 28
2 30 26 27 28
3 28 25 26 26
4 28 25 25 24
5 28 25 23 23
6 27 24 22 23
7 27 20 20 21
8 27 20 20 20
9 25 20 20 20
10 25 20 18 20
11 25 18 18 20
12 23 16 18 18
13 20 16 15 17
14 20 14 - 16
15 19 14 - 15
16 18 14 - 15
17 - - - 14

N=16
= 404

= 25,25
= 10484

s = 4,34
s2 = 18,84

N=16
= 324

= 20,25
= 6880

s =4,61
s2 = 21,25

N=13
= 280

= 21,53
= 6224

s =4,23
s2 = 17,89

N=17
= 348

= 20,47
= 7434

s =4,30
s2 = 18,49





Lampiran 14

Perhitungan Analisis Varian (ANAVA) Dua Jalur


a. Membuat tabel data rangkuman hasil penelitian


Tabel 52. Rangkuman Data Hasil Penelitian


Model Pembelajaran Total
Tematik Konvensional

Tinggi N=16
= 404

= 25,25
= 10484

SD=4,34
N=13
= 280

= 21,53
= 6224

SD=4,23
N=29
= 684

= 23,39
= 16708

SD=4,28


Rendah N=16
= 324

= 20,25
= 6880

SD=4,61
N=17
= 348

= 20,47
= 7434

SD=4,30
N=33
= 672

= 20,36
= 17101

SD=4,45

Total N=32
= 728

= 22,75
= 17364

SD=3,65
N=30
= 628

= 20,99
= 13658

SD=4,27
N=62
= 1356

= 22,88
= 31022

SD=3,83



Total = 1 + 2 + 3 + 4
= 404 + 324 + 280 + 348
= 1356
JK total = t 2 -
= 31022 –
= 31022 – 29657

= 1365

JK antar kelompok= + + + -
= + + + -
= 260
JK dalam kelompok (Galat) = JK total – JK antar kelompok
= 1365 – 260
= 1105
JK antar baris = + -
=
= 159
JK antar kolom = + – ¬
=
= 51,10
JK Interaksi = JKantar kelompok – JKantar baris – JKantar kolom
= 260 – 159 – 51,10
= 49,90
dk antar kelompok = 4 –1 = 3
dk dalam kelompok = 62 – 4 = 58
dk antar baris = 2 – 1= 1
dk antar kolom = 2 – 1 = 1
dk interaksi = (b-1) (k-1)
= (2-1)(2-1) =1
RJK antar kolom =
= = 51,10
RJK dalam kolompok =
= = 19,05
RJK antar baris =
= = 159
RJK interaksi =
= = 49,90
F hitung antar kolom =
= = 2,67
F hitung antar baris =
= = 8,34
Fhitung interaksi =
= = 2,61
Ftabel = 4,02

Hasil perhitungan analisa data diatas dapat digambarkan seperti pada Tabel 53.
Tabel 53. Ringkasan Hasil Analisis Varians

Sumber Varians JK dk RJK Fhitung Ftabel
Antar kolom
Antar baris
Interaksi
Dalam Kelompok (Galat) 51,10
159
49,90
1105 1
1
1
58 51,10
159
49,90
19,05 2,67
8,34
2,61 4,02
Total 1365 61 - - -

a. Untuk melihat perbedaan hasil belajar IPA karena perbedaan model pembelajaran, maka perlu dihitung F kolom (Fc).
Fc = = = 2,67

Jika dibandingkan dengan F(0.95;1.58) = 4,02, maka Fc = 2,67 < tabel =" 4,02" fc =" =" fr =" 8,34"> Ftabel = 4,02 berarti hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah teruji kebenarannya.

c. Untuk melihat adanya interaksi antara pengaruh model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPA siswa maka perlu dihitung F Interaksi yakni ;
Fc = = = 2,61
Jika dibandingkan dengan F(0.95;1.58) = 4,02, maka Frc = 2,61 < ftabel =" 4,02">

Kamis, 20 Mei 2010

HUKUM KEDUA NEWTON GRAVITASI

Bismillah..postingan ini..untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendikan Jurusan PMIPA Prodi Matematika pada Universitas Serambi Mekkah cabang Langsa. Dikarenakan tatap muka kita di kelas sangat singkat sekali, sementara materi yang harus dipelajari banyak sekali maka Saya berinisiatif untuk menambah bahan perkuliahan di dalam blog saya ini. Semoga postingan ini bermanfaat untuk kita semua…Aamiiiiin

Dinamika adalah bidang mekanika yang membahas gerak serta gaya yang menimbulkan gerak. Dalam arti yang luas, dimanika itu hamper meliputi ilmu mekanika seluruhnya. Statika khusus membahas kejadian-kejadian dimana terdapat gerak.
Hukum Kedua Newton. Massa. Berdasarkan pengalaman kita tahu bahwa benda diam tidak akan mulai bergerak tanpa sesuatu sebab, jadi terhadap benda itu haruslah dikerjakan tarikan atau desakan oleh benda lain. Diketahui pula, bahwa perlu ada gaya, bahwa perlu ada gaya untuk memperlambat atau menghentikan benda yang sudah bergerak, dan bahwa perlu dikerjakan gaya dari samping pada benda supaya geraknya itu menyimpang dari garis lurus. Semua proses – proses di atas ( yaitu mempercepat, memperlambat atau merubah arah) meliputi baik besarnya maupun arah kecepatan benda itu. Dengan perkataan lain pada tiap kejadian tersebut benda diberi percepatan dan untuk menimbulkan percepatan ini perlu ada gaya luar yang bekerja pada benda itu.
Pada setiap peristiwa, arah percepatan sama dengan arah gaya. Ini selalu demikian, biar benda mula-mula diam atau sedang bergerak dengan sembarang arah, biar benda itu mula-mula diam atau sedang bergerak dengan sembarang arah dan dengan sembarang kecepatan.
Untuk suatu benda tertentu, perbandingan antara besar gaya terhadap besar percepatan senantiasa sama, jadi perbandingan itu konstan adanya.
F/a= konstan
Pada umumnya, perbandingan ini berbeda untuk benda-benda yang berlainan. Perbandingan yang kostan antara antara gaya terhadap percepatan ini dapat di dipandang sebagai satu sifat dari benda itu, disebut massa m benda tersebut jadi m = F/a
Massa ialah besaran skalar. Sebab itu massa suatu benda menyatakan gaya persatuan percepatan. Karena percobaan menunjukkan bahwa untuk suatu benda tertentu untuk perbandingan antara gaya terhadap percepatan selalu konstan, maka cukuplah diukur satu pasangan gaya dan percepatan saja untuk mennetukan massa. Misalnya, kalu percepatan suatu benda ternyata 5 m/s2 bila gaya yang bekerja 20 kg, maka massa benda itu ialah..m = F/a=
Apabila diperlukan gaya yang besar untuk mempercepat suatu benda, memperlambatnya atau supaya benda itu menyimpang ke samping ketika sedang bergerak, teranglah bahwa massa bend itu besar. Dalam hal ini kita katakana bahwa benda tadi mempunyai kelembaman (inersia) yang besar. Bila hanya diperlukan gaya kecil persatuan percepatan, maka massa benda itu kecil dan kelembamannya juga kecil. Jadi massa suatu benda dapat dipandang melukiskan secara kwantitatif sifat materi, yang secara kwalitatif diterangkan dengan kata kelembaman.
Persamaan : F = m a
Merupakan besaran vektor. Maksudny, vektor F itu besar serta arahnya sama dengan vector yang besarnya m kali vektor a. Bila dua vector sama, maka komponen tegak lurusnya sama pula dan persamaan vector di atas ( untuk gaya serta percepatan dalam bidang xy ) setara dengan pasangan persamaan –persamaan scalar Fx = max ; Fy = may (5.2).
Kalau ada sejumlah gaya-gaya sekali bekerja pada suatu benda, maka gaya itu dapat diuraikan menjadi komponen x dan y, lalu dijumlah aljabar Fx dan Fy dapat dihitung dan komponen-komponen percepatan diberikan oleh ; …(5.3)
Pasangan – persamaan ini setara dengan persamaan vektor tunggal

Misalnya, andaikan gaya F yang dikerjakan secara langsung seperti pada gambar, 5-1 a. kita ganti dengan komponen-komponen gaya Fx dan Fy seperti pada gambar 5-1 b. Akan ternyata, bahwa percepatan a besar serta arahnya sama dengan yang dibagian (a) dan bahwa komponen ax dan ay adalah seperti yang ditentukan oleh persamaan 5-2. Ini berarti bahwa tiap komponen gaya itu dapat dipandang menimbulkan komponen percepatannya sendiri. Dari itu, kalau ada sejumlah gaya sekali bekerja pada suatu benda, maka gaya-gaya itu dapat diuraikan menjadi komponen x dan y, lalu dijumlah aljabar dan , dan komponen-komponen percepatan diberikan oleh .
Persamaan 5-4 merupakan hokum keduan Newton tentang Gerak dinyatakan secara matematik. Dengan kata-kata Newton hokum itu berbunyi : “ Perubahan gerak perbandingan dengan gaya penggerak yang dikerjakan, dan timbul arah garis lurus kemana gaya itu diarahkan”. Jika perubahan gerak kita artikan “ cepat rata-rata perubahan kecepatan” atau percepatannya, maka hokum kedua bunyinya : percepatan berbanding lurus dengan gaya resultan dan arahnya sama dengan arah gaya ini.
Dari persamaan (5-4) kita dapat melihat syarat-syarat fisis yang harus dipenuhi untuk gerak dengan percepatan kostan yaitu jika a konstan, maka gaya harus konstan pula. Dengan perkataan lain, gerak dengan prercepatan konstan ialah gerak akibat gaya konstan. Jika gaya itu berubah maka percepatan berubah-ubah pula secara berbanding karena massa konstan.

Sistem Satuan
Sistem Satuan Gaya Massa Percepatan
Engineering pound(lb) slug ft/det
Mks newton(n) kilogram(kg) m/det2
Cgs dyne gram(gm) cm/det2
Massa dan Berat.
Yang dimaksud dengan berat suatu benda ialah gaya tarik bumi pada benda tersebut. Jika sebuah benda dilepaskan dan dibiarkan jatuh bebas, maka gaya satu-satunya yang bekerja pada benda itu ialah beratnya w, dan percepatannya sama dengan percepatan setiap benda yang jatuh bebas yaitu percepatan akibat gaya tarik bumi g. Maka massanya ialah…

Berat sesuatu benda harus dinyatakan dengan satuan gaya, karena beratnya itu adalah merupakan gaya. Jadi dalam sistem engineering, berat dinyatakan dengan pound, dalam sistem mks dengan newton; dan dalam system cgs dengan dyne. Persamaan di atas melukiskan hubungan antara massa dengan berat suatu benda dalam system satuan yang manapun. Dalam system engineering biasanya berat suatu benda dinyatakan dengan pound bila diperlukan menghitung massanya m dengan slug. Jadi massa seseorang yang beratnya 160 lb disuatu tempat dimana g = 3,2 ft/det ialah.

Beratnya disuatu tempat dimana g = 32,2 fit/det ialah
W = m . g = 5,00 slug x 32,2 ft/det ialah w = m. g = 5,00 slug x 32,2 ft/sec2=161 lb
Jadi beratnya berbeda-beda dari tempat ke tempat permukaan bumi, tetapi massanya konstan. Jika massa suatu benda 1 slug, maka beratnya di suatu tempat dimana g = 32,0 ft/det2 adalah
W = mg = 1 slug x 32,0 ft/sec2 = 32,0 lb
Dalam system mks dan cgs, sesuatu benda biasanya ditentukan dengan menyatakan massanya m dengan kilogram atau gram, baru dihitung beratnya w bila dikehendaki. Jadi giman g = 9,8 m/s2, berat benda yang massanya = 10 kg adalah
W = mg = 10 kg x 9,80 m/det2 = 98,0 newton.
Karena 10 kg = 101 gm dan 9,8 m/det2, maka berat benda tersebut dalam sisitem cgs ialah..
W = mg = 104 gm x 980 cm/det2 = 9,8 x 106 dyne.
Massa benda yang beratnya 1 newton disuatu tempat dimana g = 9,80 m/det2 ialah

Dan suatu benda yang ditempat yang sama beratnya 1 dyne, massanya ialah
atau kira-kira 1miligram
Hukum Newton Tentang Gravitasi
Dalam pelajaran tentang Mekanika, berkali-kali kita jumpai gaya-gaya sebagai akibat tarikan gravitasi antara bumi dengan benda-benda permukanya. Gaya-gaya ini disebut berat dari benda itu.
Hukum Gravitasi dijagad ditemukan oleh Sir Isaac Newton dan pertama kali diumumkannya pada tahon 1686. Hukum ini bunyinya :
Setiap partikel materi dalam alam semesta menarik partikel-partikel materi lainnya dengan gaya yang berbanding lurus dengan hasil kali massa partikel itu dan berbanding terbalik dengan kwadrat jarak antaranya.

Perbandingan diatas dapat diubah menjadi sebuah persamaan dengan mengalikannya dengan kostanta G yang disebut konstanta Gravitasi

Dikisahkan bahwa Newon menyimpulkan hokum ini berdasarkan dugaan-dugaanya ketika melihat buah apel yang jatuh dari pohonnya ke bumi. Tetapi perhitungannya yang mula-mula diumumkannya sebagai pembuktian hukum tersebut, adalah mengenai gerak bulan mengelilingi bumi.
Harga Numerik konstanta G itu tergantung dari satuan-satuan yang digunakan untuk gaya, massa dan jarak.

Sumber :Fisika Untuk Universitas (1968), Zemansky, Binacipta:Bandung

Selasa, 18 Mei 2010

Bilangan Kompleks (Mata Kuliah matematika Dasar)

Bismillah..postingan ini..untuk mahasiswa Fakultas Syariah Jurusan AS pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa.Dikarenakan tatap muka kita di kelas sangat singkat sekali dalam seminggu selama 100 menit sementara materi yang harus dipelajari banyak sekali maka Saya berinisiatif untuk menambah bahan perkuliahan di dalam blog saya ini. Semoga postingan ini bermanfaat untuk kita semua…

Pendahuluan :
Simbol j
Pemecahan persamaan kuadratik ax2 + bx + c = 0 tentu saja dapat diperoleh dengan rumus,
X =
Contoh 1. jika 2x2 + 9x + 7 = 0, maka kita peroleh,
X = = = = = = atau
= =

Akar Negatif
√64=8 atau-8
√(-64) = √(-1) . √64 = j . 8 = 8j
√(-81) = √(-1) . √81 = j . 9 = 9j
√(-36) = √(-1) . √36 = j . 6 = 6j
√(-25) = √(-1) . √25 = j . 5 = 5j

Pada contoh diatas, kita masih menemukan masalah, jika kita mencoba memecahkan permasalahan 5x2 – 6x + 5 = 0, maka dengan cara yang sama dapat diselesaikan…

X = = = = =
=0,6 + j 0,8 atau = 0,6 + j 0,8

Contoh yang lain : x2 + 6x + 34 = 0, maka kita peroleh,
x = = = =
= =3 + j 5 atau = 3 - j 5 ( 3 merupakan bilangan riil, 5 = merupakan bilangan imanjiner (bukan j5), dan gabungan dari keduanya disebut bilangan kompleks).

Pangkat dari J
J = √(-1)
J2 = -1
J3 = j2 . j = -1 . j
J4 = (j2)2
J5 = (j4). J
J6 = (j4) . j = 1 . j = j
J7 = (j4) . j2 = 1 . –j = -j
J8 = (j4)2 =1 = 1
J9 = (j4)2 j = 1 . j = j
J15 = (j4)3 j3
J20= (j4)5 = 15 = 1
J30 = (j4)7 j2 =17 . -1 = -1

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Kompleks
Walaupun bilangan riil dan bilangan imajiner tidak dapat digabungkan, kita boleh membuka tanda kurungnya.
Rumus : ( a + jb) + ( c + jd )
Contoh : 1. (4 + j5) + ( 3 – j2 ) = 4 + 3 + j5 – j2 = 7 + 3j
2. (4 + j7) – ( 2 – j5 ) = 4 – 2 + j7 + j5 = 2 + j12
Jika menjumlahkan atau mengurabfkan dengan tiga factor maka jumlahkan atau kurangkan bilangan riil terlebih dahulu secara keseluruhan, baru dijumlahkan bilangan imanjiner secara keseluruhannya juga.
Contoh : 1. ( 5 + j7 ) + ( 3 – j4) – ( 6 – j3 ) = 5 +3 – 6 - j7 – j4 + j3 = 2 + j6
2. ( 6 + j5 ) – ( 4 – j3 ) + ( 2 – j7 ) = 6 – 4 + 2 + j5 + j3 – j7 = 4 + j
3. ( 3 + j5 ) – ( 5 – j4 ) – ( -2 – j3 ) = 3 - 5 + 2 + j5 + j4 + j3 = 0 + j12
5. Perkalian Bilangan Kompleks
Rumus : (a + b) (a – b) = a2 – b2 = a2 – b2
Contoh : 1. (3 + j4) (2 + 75) = 6 + j8 + j15 + j2 20 = 6 + j23 + (-1). 20 = -14 + j23
2. (4 – j5) (2 – j5)(1 – j2) = 12 – j15 + j8 – j2 10 = 12 – j7 – (-1).10 = 22 – j7
Jika mengalikan tiga factor maka harus dilakukan secara bertahap, lakukan dengan dua factor terlebih dahulu, lalu hasilnya baru dikalikan dengan factor ketiga.
Contoh : 1. (3 + j4)(2 – j5)(1-j2) = (6+j8-j15-j220)(1-j2) =(6-j7-(-1)2.20)(1-j2)= (6-j7 + 20)= 26 – j7
Hasil dua factor tadi kalikan dengan factor ketiga, jadi
(26 – j7)(1-j2) = 26 – j7 – j52 + j214 = 26 – j59 + (-1).14 = 26 – j59 – 14 = 12 – j59
Kadang kala kite bertemu dengan persoalan khusus, meskipun kita tidak melihat adanya suku j, bias jadi hasil ini sepenuhnya bilangan riiil.

Sumber : Kastroud, Matematika Untuk Teknik, Erlangga : Jakarta